ANDA “ABAI” KAMI “TERSERAHLAH”

24 KASUS POSITIF COVID-19 DALAM 2 HARI DI KOTA BATAM

BATAM KOTA, Kecamatan Batam Kota yang sebelumnya menjadi episentrum pesebaran Covid-19 di Kota Batam pada saat awal pendemi ini merangsek ke Kota Batam hampir 50% jumlah pasien yang dinyatakan postif terpapar covid-19 berasal dan berdomisili di Kecamatan Batam Kota.

Keadaan ini terus bertahan  hingga Kasus positif Covid-19 di Kota Batam mencapai angka kumulatif 30 jiwa, Sebagian besarnya adalah warga Kecamatan Batam Kota yang terbagi kedalam beberapa cluster. Bahkan Kecamatan yang penduduknya hampir mencapai seperempat jumlah total penduduk Kota Batam ini dinyatakan sebagai Zona Merah karna adanya transmisi local pada beberapa kasus lanjutan hingga kasus positif covid-19 ke 30.

Menghadapi kenyataan ini Walikota Batam Bapak. H. Muhammad Rudi dan Wakil Walikota Batam Bapak H. Amsakar Achmad langsung mengambil langkah-langkah terkait percepatan penanganan covid-19 di Kota Batam dengan membentuk Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam yang berkantor di Dataran Engku Putri sekaligus menjadi Pusat Penanganan Terpadu Covid -19 di Kota Batam yang teritegritas keseluruh komponen dan instansi terkait. Dalam waktu yang tidak terlalu lama langkah ini terbukti efektif dan berhasil menurunkan laju pesebaran covid-19 bahkan Kota Batam sempat tercatat sebagai Kota terbaik dalam penanganan covid-19 ini secara nasional beberapa waktu yang lalu.

Camat Batam Kota Aditya Guntur Nugraha segera berkoordinasi kepada pihak dan instansi terkait pasca terbentuknya Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 Pokja Kecamatan Batam Kota guna menyusun kebijakan strategis yang akan menjadi acuan pelaksanaan upaya – upaya yang akan diimplementasikan dalam percepatan penanganan covid-19 Di Wilayah Kecamatan Batam Kota yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Batam dengan status Zona Merahnya.

Tim yang terdiri atas unsur Muspika Kecamatan Batam Kota ini tidak mau kompromi dan mentoleransi setiap adanya indikasi pesebaran covid-19 yang muncul dimasyarakat langsung diberikan edukasi dan tindakan penanganan intensif, khususnya pada wilayah yang sudah dinyatakan terdapat paparan covid-19 menjadi fokus utama perhatian Tim yang tak perduli siang dan mala mini, demi segera dapat meminimalisir dan mecegah secara dini sekaligus memutus rantai penyebaran pandemi ini diwilayah Kecamatan Batam Kota.

Minggu demi minggu berlalu setelah melalui berbagai upaya penyisiran, himbauan hingga pembubaran massa yang dibackup langsung oleh Tim Polsek Batam Kota, Danramil 03 Nongsa dan BKO Satpol PP, Kecamatan Batam Kota mulai menunjukan pergeseran penurunan pesebaran ini secara signifikan. Akhir april adalah momentum paling membahagiakan dimana hampir seluruh pasien covid-19 dari wilayah Kecamatan Batam Kota yang diisolasi intensif oleh Tim Medis Kota Batam dinyatakan sembuh dan diperkenankan berkumpul kembali ke masyarakat dan keluarganya.

Munculnya beberapa kasud baru covid-19 di Kota Batam sejak kasus – 32 yang merupakan cluster baru WNA Jama’ah tabligh di Wilayah Sekupang, Bengkong dan Batuampar, Camat Batam Kota yang didampingi oleh 5 OPD dari Pemerintah Kota Batam ini  semakin giat mengintensifkan upaya pencegahan dini dengan menyisir setiap titik yang telah dipetakan sebelumnya. Tidak tanggung tanggung, Tim yang  dibackup penuh oleh Tim Medis  Puskesmas Baloi Permai dan Puskesmas Botania ini langsung melakukan tracing, RDT dan Swab ke berbagai titik Perumahan, Pasar, Masjid dan titik titik yang menjadi fokus penyisiran di enam wilayah kelurahan yang ada. Tercatat hingga 20 Mei 2020 Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam Kota ini telah melakukan tracing Screening kepada lebih dari 10.000 warganyanya, RTD kepada lebih dari 2.500 warga diantarannya dan Swab kepada hampir 200 warga yang dinyatakan reaktif berdasarkan RDT.

“Kita sebenarnya sudah sangat optimis dapat segera kembali ke zona hijau untuk Kecamatan Batam Kota ini karena hingga tanggal 17 Mei kemarin kita sebenarnya sudah tinggal menunggu pemulihan dan kesembuhan terhadap sisa 4 Pasien yang masih dirawat Isolasi intensif sebelum akhirnya pada tanggal 18 kemarin dari rilis Gugus Tugas Covid-19 terjadi lonjakan kasus positif covid-19 di Kota Batam sebanyak 11 pasien yang mana 4 diantaranya dari Wilayah Kecamatan Batam Kota, yang membuat kita cukup syok ditengah optimisme dan berbagai upaya pencegahan yang telah kita lakukan selama ini” ujar Aditya menjelaskan, Rabu (20/05).

“Yang lebih membuat kita syok lagi beberapa hari terahir ini seolah sudah tidak perduli lagi atas keselamatan diri dan orang lain, begitu abainya masyarakat kita yang tidak lagi mengindahkan  himbauan ulama dan Pemerintah Kota Batam untuk menahan diri beberapa hari lagi agar rantai covid-19 ini benar-benar bisa di putus. Walaupun hal ini terjadi diluar wilayah Kecamatan Batam Kota, namun hal ini dapat memancing masyarakat kita ikutan latah dan akhirnya melakukan hal serupa” ujar Aditya.

Berdasarkan rilis Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam yang kami terima bahkan telah terjadi lonjakan tertinggi dalam satu dua hari ini sejak disesa ini menerpa Kota Batam. 11 Pasien pada tanggal 18 Mei 2020 dan 13 Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada tangga 19 Mei 2020 kemarin. Sungguh menjadi pemandangan yang sangat ironi ditengah perjuangan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pokja Kecamatan Batam Kota.

“Hal ini tentunya sangat mempengaruhi mental dan semangat  Tim Penanganan Covid-19 Kecamatan Batam Kota yang telah berungkus lumus mengupayakan berbagai langkah dan kebijakan termasuk dalam percepatan pendistribusian bantuan bahan pokok kepada masyarakat tidak mampu yang terdampak covid-19 yang dilakukan hingga larut malam disaat bulan ramadhan seperti ini. Bahkan hingga muncul dan Viral kalimat “TERSERAHLAH” sebagai bentuk ungkapan kekecewaan yang amat mendalam dari sebagian tim atas ketidakpatuhan dan keabaian masyarakat yang tidak lagi perduli atas keselamatan diri dan orang lain disekitarnya” pungkas Aditya.

Hal ini bukan terjadi tanpa alasan mengingat bagaimana perjuangan dan pengorbanan Tim Gugus Tugas Covid-19 yang telah mereka persembahkan demi keselamatan dan menyelamatkan warga masyarakat agar disesa ini tidak sampai memakan banyak korban khususnya di Kecamatan Batam Kota. Demi melihat kondisonal terkini masyarakat yang semakin abai dan tidak perduli, bukan tidak mungkin akan terjadi ledakan dahsyat covid-19 gelombang kedua. Bahkan dari penelusuran kami beredar Video yang berlokasi di DKI Jakarta dari salah satu bagian tim pemakaman yang telah menyiapkan lahan untuk pemakaman dengan kapasitas lebih dari 1.000 makam. Mungkin hal ini juga menunjukan betapa kecewanya mereka atas kelakuan masyarakat beberapa hari terakhir ini yang berbondong-bondong memadati pasar dan mall.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *